Showing posts with label cerita misteri. Show all posts
Showing posts with label cerita misteri. Show all posts

Menantang Pembuktian Mitos Makhluk Gaib

Hai. Namaku Rahmat. Aku mau share pengalaman ku waktu masih SMP. Sebenarnya ini cerita waktu aku masih labil sebagai anak-anak Hahahahaha. Entah ini nyata atau hanya iseng silahkan Anda sendiri yang menilai.

Di tempat ku, dulu ada sebuah legenda tentang hantu "Gerobak Berjabes". Jabes itu dalam bahasa kami adalah jenggot atau bewok yang lebat (bukan panjang) yang tumbuh dari telinga sampai bawah dagu dan leher. Mitosnya mengatakan bahwa ada hantu yang sering muncul dan mengganggu orang yang datang ke tempat tersebut di tengah malam. Wujudnya adalah sebuah gerobak tanpa pengemudi. Jadi, gerobaknya berjalan sendiri dan mengejar siapa saja yang ditemuinya.

Lalu jika Anda bertanya di mana bewoknya ceritanya begini. Dulu ada seorang paruh baya yang bekerja sambil membawa gerobaknya. Saya kurang ingat pekerjaan pastinya apa. Bapak tersebut memiliki ciri khas bewokan. Pada suatu hari diceritakan bahwa bapak itu di bunuh lalu kemudian dia dibuang ke sungai bersama dengan gerobaknya. Lokasinya di pinggir taman yang ada sungainya. Sungainya sangat luar dan berarus deras. Kira-kira begitulah nama itu muncul

Nah, karena lokasinya adalah taman tepi sungai sering orang-orang datang ke situ untuk memancing sampai tengah malam. Dari situlah cerita mitos ini muncul. Sering orang-orang yang memancing tersebut diganggu oleh sang "Gerobak Berjabes". Kadang ada yang cuma dikejar oleh gerobak tanpa pengemudi. Kadang ada yang melihat orang tua bewokan yang duduk bersila di atas gerobaknya yang berjalan sendiri dan mengejar.

Seingatku waktu itu aku duduk di kelas 2 SMP. Aku dan 6 orang temanku ingin membuktikan kebenaran mitos tersebut. Sebenarnya cerita tersebut sangat heboh sewaktu aku masih SD. Tapi karena sudah berselang beberapa tahun ceritanya sudah memudar. Tapi masih ada saja orang yang menceritakan kalau dia bertemu dengan makhluk tersebut.

Oh iya, satu lagi. Lokasinya tersebut juga tidak jauh dari tugu pahlawan yang cukup menyimpan banyak misteri. Dulunya juga sebelum aku lahir. Tempat tersebut adalah hutan yang dipenuhi oleh pohon-pohon beringin besar. Banyak sekali cerita orang tua jaman dulu mengenai hutan tersebut.

Lanjut ke pembuktian. Saat di sekolah kami bertujuh sepakat untuk mencoba membuktikannya pada malam itu. Karena jaman itu belum ada handphone seperti sekarang, jadi hanya percaya dengan janji teman saja. Itulah solidaritas pertemanan jaman dulu hahahahaha (berasa tua).

Akhirnya jam 7 kami sepakat ketemuan di pasar malam. Semua teman ku hadir dengan penuh semangat. Tanpa persiapan apapun kami langsung menuju ke lokasi yang terkenal dengan mitos tersebut. Mitos tersebut juga mengatakan bahwa salah satu cara agar makhluk tersebut hadir, kami harus mencoba memanggil namanya.

Awalnya saya sempat ragu. Karena kami datangnya ke sorean. Jam 7 lho. Orang-orang masih lalu lalang melewati tempat tersebut. Tapi ya karena kami bocah-bocah iseng sambil seru-seruan ya terus saja melangkah ke depan.

Sesampainya di lokasi kami langsung mencoba memanggil namanya. Satu jam berlalu, kami masih belum menemui mahkluk yang diceritakan di dalam mitos tersebut. Aku pikir tentu saja, ini kan belum tengah malam. Lagian karena kami bocah hanya bisa jalan dan pulang paling lambat jam 10 malam. Ya aku sejak kecil kelas 2 SD sudah biasa keluyuran jauh malam-malam dan pulang jam 10-11 malam.

Tapi malam itu kami hanya berani memanggilnya dari depan taman saja. Tidak berani sampai masuk jauh ke dalam. Karena takut kalau muncul dan mengejar kami tidak mampu lari kencang bisa jadi bahaya. Apalagi lokasi tugu yang angker, tidak ada seorang pun dari kami yang berani mengajak ke sana.

Sampai jam 9 malam. kami masih tidak menemukan apapun. Sampai akhirnya aku mengajak teman-teman ku untuk memberanikan diri masuk agak ke dalam. Mereka pun mengiyakan. Aku berjalan di di depan sendirian. Teman ku di belakang mengikuti sekitar jarak 5-10 meter. Aku berjalan perlahan. saat sudah cukup jauh berjalan dan akan melewati sebuah pohon beringin yang masih berditi tegak. Aku menoleh ke belakang untuk melihat teman-teman ku. "Oh, mereka masih mengikuti" Begitu pikir ku saat melihat teman-temanku masih ada di belakang. Aku pun kembali menoleh ke depan. Saat aku memutar kepala ku ke depan. Kagetnya aku. Aku melihat sesosok kuntilanak dari pohon beringin tersebut dan melesat terbang ke arahku dengan sangat cepat seolah ingin menabrak ku. Saat kuntilanak tersebut hampir mengenaiku, dia menghilang. Sangat dekat sekali di depan aku. Aku yang kaget langsung melompat dan memutar badan ke belakang kemudian lari sekuat tenaga.

Saat sudah jauh berlari, teman-teman ku yang mengejar dan kami pun tertawa. Aku diam saja, mereka pikir aku lari karena aku takut dan menakuti mereka. Aku langsung mengajak teman-temanku pulang dan kami pun pulang tanpa bisa membuktikan mitos tersebut.

Tapi bertemunya aku dengan kuntilanak tersebut tidak ada yang tahu. Sampai sekarang aku bahkan tidak menceritakan hal ini kepada teman-teman ku. Aku pikir mereka pasti tidak akan percaya dan menganggap aku takut. Tapi apa yang ku lihat cukup nyata.

Akhirnya mitos tentang "Gerobak Berjabes" masih tidak bisa kami buktikan. Ceritanya pun memudah dan hilang. Aku tidak tahu apakah orang-orang masih ingat akan mitos melegenda ini. Tidak ada yang bisa membuktikannya. Sampai jumpa di cerita ku selanjutnya.

Dikunjungi Oleh Siluman Mematikan

Selamat malam pembaca sekalian. Kali ini saya mau berbagi sebuah cerita pengalaman nyata dari seorang teman. Kejadian ini sebenarnya sudah cukup lama, tapi masih selalu terngiang dalam ingatan saya. Karena itu, saya akan coba menceritakan ini kepada kalian semua. Semoga bisa menjadi sebuah pelajaran.

Sebut saja namanya Utuh, Dia tinggal di pinggiran kota Martapura. Salah satu kota di Kalimantan Selatan yang terkenal dengan batu mulianya. Kota ini berjarak sekitar kurang dari 1 jam dari Banjarmasin.

Utuh bekerja sebagai penjaga kebun jeruk. Yaa karena pada saat itu sedang musim panen jeruk. Jadi dia diminta untuk menjaga kebun tersebut dari para pencuri. Sebenarnya dia sudah beberapa kali bekerja seperti ini. Jadi bukan yang pertama kalinya ini dilakukannya. Kenapa saya bilang begitu? Karena sebenarnya kebun ini terletak cukup jauh dari keramaian dan diluar dari jangkauan fasilitas seperti listrik, air bahkan jaringa seluler. Tapi di kebun tersebut tersedia sebuah pondok kecil sebagai tempat Utuh bermalam sembari menjaga kebun tersebut. Pekerjaan ini memang tidak semua orang bisa melakukannya. Bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kondisinya yang minim sekali. Utuh yang sudah beberapa kali melakukannya mungkin jadi sudah terbiasa.

Pada suatu malam. Malam itu seperti biasanya, Utuh hanya mengawasi kebun tersebut dari pondok tempat dia berteduh dengan ditemani lampu teplok. Tau kan? lampu dengan minyak tanah. Keadaan saat itu berangin dan gelap sekali tanpa ada cahaya bulan. Waktu sudah cukup larut. Utuh pun masuk kedalam kelambu yang disediakan di dalam pondoknya agar tidak digigiti oleh nyamuk hutan yang luar biasa sakit kalau menggigit. Kelambu di sini berbeda dengan yang biasanya. Tipis tapi tidak transparan, kainnya lembut dan halus serta terasa sejuk. Jadi di luar maupun di dalam tidak akan kelihatan.

Malam itu Utuh tiba-tiba merasa gelisah seperti ada hal yang ganjil akan terjadi. Benar saja, dalam keadaan yang berangin yang hanya terdengar suara daun-daun bergesekan. Tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh yang sangat besar. Beberapa kali terdengar dan tidak hanya sekali. Utuh perlahan-lahan mengamati hal yang dia dengar dari dalam kelambunya. Setelah dia menyadari itu bukan suara benda jatuh, melainkan suara langkah kaki yang sangat besar. Seketika itu juga Utuh cemas dan berpikir "Jangan-jangan itu Mariaban". 

Mariaban adalah sosok siluman yang suka membunuh. Sosok ini tidak asing bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Sejak dulu ilmu ini diajarkan secara turun-temurun sebagai senjata peperangan. Jujur saja, saya bukan asli orang Kal-Sel. Tapi dari yang saya dengar pengguna ilmu ini menggunakanya untuk membunuh/melawan orang lain/musuh. Saya tidak tahu pasti alasan lainnya orang-orang dulu menggunakan ilmu ini untuk apa. Tapi sampai sekarang masih ada yang menyimpan ilmu ini yang jika suatu saat dibutuhkan atau dalam kondisi kepepet harus melawan sesuatu yang tidak mungkin dilawan dengan kekuatan manusia normal. Mungkin seperti kalau-kalau kalimantan diserang atau dalam kondisi perang.

Dari yang saya dengar juga. Orang yang melakukan perjanjian dengan ilmu ini tidak bisa kembali normal menjadi manusia biasa. Sewaktu-waktu dia akan berubah wujud menjadi sosok besar/raksasa yang ganas yang akan membunuh dan memakan siapa saja yang ditemuinya. Saya tidak tahu pasti lebihnya seperti apa. Tapi yang pasti "Mariaban" adalah legenda ilmu yang cukup ditakuti di tanah Kalimantan Selatan. Yaa setiap daerah Kalimantan punya sosok/ilmu yang berbeda-beda dan luar biasa. Anda boleh percaya atau tidak, tapi saya hidup di dalamnya.

Lanjut ke cerita....

Utuh yang ketakutan dan duduk di dalam kelambunya hanya bisa terdiam dan mendengar suara langkah kaki besar yang perlahan-lahan mendekati pondoknya. Langkah itu pun terdengar menaiki pondoknya. Perlahan-lahan terlihat sosok bayangan dari balik kelambunya yang terkena cahaya lampu teplok yang diletakkannya di dekat dinding. Bayangan tersebut sangat besar dan terlihat berbulu serta jari tanganya yang seukuran pisang ambon (begitu kata Utuh). Sosok tersebut sempat terdiam tepat di depan kelambunya. Lalu kemudian sosok tersebut melompat lari menjauh. Seketika itu juga Utuh langsung meringkuk dan terdiam sampai pagi menjelang.

Utuh merasa terselamatkan oleh kelambunya. Yaa sejak dari dulu kelambu adalah pelindung saat tidur dari serangan makhluk baik nyata ataupun tidak nyata. Dan juga sebagai penangkal sihir yang di kirim atau serangan makhluk-makhluk halus dan siluman yang bisa mencelakai.

Tapi kalau boleh jujur, saat kecil saya pernah beberapa kali (tidak hanya sekali). mendapat serangan cambukan bertubi-tubi yang tidak nampak. Rasanya sakit sekali dan itu terjadi saat saya tidur dalam kelambu. Mungkin makhluknya lebih kuat kali yaaa. wkwkwkwkwk... Tapi serius, ini beneran lho. Tapi biasanya ini terjadi setelah saya melakukan sesuatu yang salah. Mungkin sebuah hukuman.

Itulah tadi salah satu cerita dari teman saya yang saya dengar. Semoga menjadi pembelajaran dan pengalaman yang berguna untuk pembaca sekalian.

Malam Yang Tidak Biasa Di Kantor

Hai, selamat malam. perkenalkan nama ku Arno. Ake bekerja di salah satu kantor pemerintahan. Aku mau bagi-bagi cerita pengalaman ku yang menyeramkan. Ini cerita nyata yang aku alami sendiri.

Sebenarnya di kantor tempat aku bekerja memang sudah bukan rahasia lagi kalau di situ ada penghuninya dari alam lain. Sudah banyak yang melihat sebelumnya, namun awalnya tidak terlalu percaya dan memikirkan hal tersebut. Tapi beberapa kejadian yang aku alami sendiri dan mendengar cerita-cerita dari teman kerja lainnya membuat aku meinding dan mulai mempercayai kalau di sini memang ada penunggunya.

Jadi, di suatu hari aku mendapat banyak sekali tugas yang harus aku selesaikan di kantor. Sore itu setelah mandi aku langsung berangkat ke kantor lagi untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Di kantor ku kalau malam memang tidak ada aktifitas lain dan hanya ditunggui oleh si penjaga malam. Aku juga tidak mengerti kenapa dia bisa tahan bermalam di kantor itu. Tapi waktu aku datang ke kantor si penjaga malam sedang pergi keluar, biasa mungkin kencan atau apa lah kegiatannya kalau malam di luar.

Saat aku mulai mengerjakan tugas, memang suasananya sudah beda dan kurang enak. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya aku terus saja melanjutkan pekerjaan ku. Tiba-tiba terdengar suara pintu depan yang dibuka. "Ah, di penjaga malam datang". pikir ku. Tapi kok tidak kelihatan dia lewat depan pintu ruangan ku. Pintu ruangan ku memang sengaja aku buka dan ruangan ku itu posisinya di depan, jadi kalau ada yang mau masuk harus melewati ruangan ku dulu. Akhirnya aku coba tengok keluar, ternyata memang tidak ada orang yang masuk dan pintu depan kantor masih tertutup. Aku bingung lalu tadi apa yang aku dengar. 

Aku kembali melanjutkan kerjaanku. selang beberapa lama, sekilas ada yang lewat depan pintu ruangan ku dengan sangat cepat. Aku tidak sempat menoleh hanya sekilas melihat seperti ada yang melintas. Aku langsung bersuara memanggil, tapi tidak ada yang menjawab. Lagi-lagi aku berpikir mungkin aku salah lihat.

Tidak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Aku pikir mungkin ada yang sedang menakuti ku atau memang ada orang selain aku di kantor. Langsung saja aku keluar mencoba mendatangi siapa orang tersebut. Tapi saat aku berada di tangga aku sama sekali tidak menemukan siapa pun di situ. Perasaan ku benar-benar tidak enak. Lalu kemudian belum lagi aku beranjak dari tempat aku berdiri, tercium aroma bunga. Bulu kuduk ku langsung berdiri. Aku langsung yakin kalau dari tadi aku memang tidak sendirian alias ada penunggu alam lain yang beraktifitas di situ. Aku langsung beres-beres mengambil tas ku dan pulang meninggalkan kantor. Biar saja aku selesaikan tugas lain kali, daripada aku kenapa-kenapa di situ sendirian.

Keesokan harinya aku cerita ke semua teman ku, mereka malah menertawakan ku. Kata mereka memang sudah biasa. Bahkan si penjaga malam juga sudah biasa mengalami hal tersebut di situ. Aku cuma geleng-geleng kepala mendengar mereka.

Kemana Suami Ku?

Hai, Saya David. Saya mau bagi-bagi cerita. Sebenarnya ini bukan cerita saya pribadi, melainkan cerita orang yang pernah saya temui dulu. Dulu saya bekerja jadi sales keliling disebuah perusahaan. Tugas saya menjual produk-produk dari perusahaan. Saya sering pindah-pindah kota, Bahkan sampai ketempat jauh dan sangat terpencil.
Waktu itu saya sedang nyales disebuah desa. Lupa namanya, tapi ada "Bintang"nya kalau nggak salah dalam namanya. Letaknya itu di pegunungan dan jauh banget dari pusat kota. Benar-benar kayak pemukiman dalam hutan yang banyak sekali pohon-pohon besar. Di siang hari saja suasananya sangat sejuk sangat jauh berbeda dari tempat-tempat yang pernah saya kunjungi.

Di suatu rumah dimana saya sedang menawarkan barang dagangan. Saya bertemu dengan seorang ibu-ibu. Setelah selesai menawarkan barang saya mengobrol sejenak dengan beliau. "Mas, sudah nawarin ke rumah sebelah?". Saya jawab "Belum, pintu rumahnya ditutup". Ibu tadi melanjutkan dengan cerita "Yang di sebalah itu cuma ada ibu-ibu juga sendirian tinggalnya sekarang, suaminya baru saja hilang". "Hilang gimana bu?" saya tanya. "Sekitar 2 minggu ini baru kejadian suaminya hilang. Di bawa jin ke alam gaib. Hilang gitu aja". Saya dengan rasa nggak percaya dan kaget "Kok bisa?".

"sekitar 2 minggu yang lalu, suaminya itu kan lagi nyapu halaman sore-sore hampir senja. Nah tiba-tiba aja hilang. Nggak masuk-masuk rumah lagi pas di cari sama istrinya tadi. Sapu yang dipakainya tergeletak gitu aja. Awalnya istri kira suaminya nongkrong kemana gitu. Tapi aneh aja masih pake baju kotor dan motornya nggak dipake. Aneh aja gitu." Saya dengan seksama mendengarkan cerita si ibu ini tadi sambil menikmati teh yang dibuatkan dengan rasa penasaran. "Setelah beberapa hari dicari, akhirnya ditanyalah ke orang pintar, dan kata orang pintar itu suaminya disukai sama jin. Bukan jin biasa, kayak putri jin gitu langsung dibawa ke alam gaib". Lanjut si ibu tadi. Saya yang mendengar cerita itu langsung merinding dan tidak bisa berkata apa-apa. "Terus gimana langsung hilang gitu aja nggak bisa dibawa pulang lagi?" tanya saya yang penasaran.

"Sama orang pintar tadi istrinya dikasih tau kalau suaminya bisa saja diambil pulang. Tapi kesempatanya cuma sekali. Kita ngambilnya diam-diam dari alam gaib jangan sampai ketahuan sama jin di sana. Kalau sampai ketahuan, kita gagal dan selamanya suaminya nggak bisa balik lagi". Ibu tadi bercerita sampai saya merasa sedikit takut. Saya dengan penasaran bertanya "Ngambil diam-diam gimana bu?". "Iya, si orang pintar itu bisa munculin suaminya lagi ke alam kita. Pas bisa muncul harus langsung ditangkap. Nggak boleh lepas atau sampai hilang lagi. Jadi harus cepat-cepat nagkapnya".  Kata ibunya. "Terus gimana bu?" tanya saya lagi.

"Istrinya tadi sama orang pintar dan dibantu banyak orang-orang pergi hutan di belakang rumahnya malam hari. Nggak jauh cuma beberapa puluh meter aja dari tempat dia hilang pertama kali. Terus pas udah ritual macam-macam muncul lah suaminya tadi berdiri dan pake baju yang sama. Posisinya itu agak jauh dari tempat mereka nunggu dan terlindung pohon-pohon kayak diumpetin. Nah pas udah muncul dikejarlah sama semua orang tadi. Pas coba ditangkap dan dikejar, tiba-tiba suaminya tadi menghilang lagi gitu aja. Mungkin karena yang ngejar agak berisik dan ketahuan. Hilang lah selamanya dan gagal sudah". Saya cuma diam aja mendengar cerita ibu tadi "Jadi, sampai sekarang suaminya nggak hilang nggak bisa pulang lagi, yang di sebelah itu cuma istrinya sendiri aja lagi tinggal di rumah itu".

Saya merinding mendengar cerita ibu tersebut, setelah selesai ceritanya saya bertanya lagi "Kok bisa gitu, kenapa suaminya sampai bisa dibawa jin gitu. Di kawinin gitu ya?". ibu tadi mengiyakan "Iya, katanya disukainya sama putri jin terus dikawinin di alam gaib. Saya juga nggak tau apa alasannya, suaminya itu biasa aja, pendiam dan nggak ganteng-ganteng amat" Lanjut si ibu tadi.

Setelah selesai cerita tak terasa waktu sudah sore dan saya harus segera pulang ke kota tempat saya menginap. Ditambah lagi saya juga takut menghilang kayak orang tadi.

Itulah tadi cerita pengalaman perjalanan saya keliling ke beberapa kota di Indonesia. Saya banyak dapat cerita, melihat berbagai macam keberagaman dan mendapat nasehat dari orang-orang tua yang benar-benar merasuk ke dalam hati. itu adalah pengalaman yang sangat berharga.

Penampakan Hantu Di Waktu Subuh

Perkenalkan nama saya Yati. Saya seorang mahasiswi yang merantau jauh dari kampung halaman untuk menimba ilmu pengetahuan. Saya mau bagi-bagi cerita pengalaman saya nih waktu saya masih tinggal di kontrakan yang dulu. Sebenarnya kontrakan saya itu bukan tempat yang angker atau ada penunggunya. Tapi mungkin saya lagi sial aja sampai bisa ketemu sama makhluk tersebut.

Waktu itu saya beraktifitas seperti biasa. Sekitar jam 4 pagi saya bangun untuk sholat subuh. Saya bareng sama teman saya pergi ngambil wudhu ke belakang dekat sumur yang ada di belakang kontrakan tersebut. Pagi itu dingin banget dan suasananya hening banget nggak ada suara binatang apapun yang berbunyi. Saat tiba di tempat wudhu dan mau mengambil air, terdengar suara aneh yang agak kurang jelas itu suara apaan. Perasaan kami mulai nggak enak, Lalu aku dan temanku memberanikan diri untuk menengok arah suara tersebut yang terdengar berasal dari arah sumur tersebut. Ketika kami bersama melihat ke arah sumur teresebut. Secara perlahan ada bayangan putih yang samar-samar muncul berdiri tegak di dekat sumut tersebut. Aku awalnya hanya berpikir mungkin itu embun atau apalah di pagi hari. Tapi perlahan bayangan tersebut semakin jelas dan semakin tampak wujud aslinya. Dan benar saja, Itu adalah sesosok kuntilanak dengan rambutnya yang pangjang berantakan. Wajahnya putih pucat tanpa ekspresi dengan mata seperti lingkaran hitam besar. Sontak saja kami berdua yang melihat sosok tersebut langsung lari kembali ke kamar ku.

Kami sangat ketakutan. Apalagi kami sama-sama cewek ya pasti takutlah melihat hal tersebut. Kami yang tadi belum selesai wudhu langsung bersembunyi di dalam selimut karena ketakutan. Alhasil kami berdua malah nggak jadi sholat subuh.

Saat siangnya kami langsung cerita ke sana kemari. Tapi kami malah diketawain. Katanya tu setan emang sengaja nakutin biar kami nggak jadi sholat subuh. Tapi emang benar, kami malah nggak jadi sholat karena ketakutan.

Mimpi Seorang Petapa

Sebenarnya ini bukan pengalaman pribadi, melainkan pengalaman dari orang yang pernah saya dengar dan lihat sendiri rekaman video bukti dari kemampuan bapak petapa ini. Saya menyebutnya bapak petapa karena memang beliau pernah bertapa di dalam sebuah gua di hutan belantara. Saya mengatakan ini cerita nyata karena rekaman video pembuktiannya tanpa rekayasa dan editing apapun utnuk membohongi atau mengelabui penontonnya seperti acara sulap dan lainnya. Cerita ini sebenarnya sudah sangat lama sekali, saya menyaksikannya sekitar tahun 2005. Akan tetapi hal ini masih sangat mengaung dalam ingatan saya pribadi. Saya lupa nama beliau dan desa tempat tinggal beliau. Karena waktu saya menyaksikan dan mendengar ceritanya saya masih anak sekolahan dan hanya sekilas menyaksikan dengan seksama.

Beberapa tahun sebelum beliau bercerita mungkin sekitar akhir tahun 1990-an. Dan juga sebulum beliau jadi seperti sekarang. Beliau adalah seorang petani biasa di desanya. orang awam yang juga tidak tahu-menahu soal perihal gaib. Pada suatu malam beliau bermimpi di datangi oleh kakek tua renta dan menyuruh beliau pergi ke dalam hutan jauh dari desanya dan menuju sebuah gua untuk bertapa di sana. Pada awalnya beliau hanya menganggap itu hanyalah mimpi biasa. Tapi keanehan terjadi mimpi itu selalu datang setiap malam dan selalu sama. Beliau pun mulai memikirkan tentang mimpi tersebut dan perkataan dari kakek di dalam mimpinya. Tidak dikatakan apa tujuan dari pertapaan tersebut. Hingga 7 malam beliau memimpikan hal tersebut, akhirnya beliau pun berniat untuk menuruti apa yang ada di dalam mimpinya. Sebenarnya beliau tidak tahu lokasi dari gua dan juga tidak ada yang mengetahui kalau ada gua di dalam hutan yang di sebutkan. Akhirnya dengan nekad beliau pun mencoba menuruti apa yang ada di dalam mimpinya.

Pergilah bapak tersebut ke dalam hutan yang di mimpikannya. Hutan tersebut tidak jauh dari desanya. Beliau terus berjalan jauh masuk ke dalam hutan belantara. Setelah jauh berjalan dan berjam-jam akhirnya benar saja, beliau tiba-tiba sampai di depan gua yang persis seperti apa yang ada di dalam mimpinya. Setelah sejenak memerhatikan keadaan sekitar gua tersebut, beliau pun langsung memasuki gua itu. di dalamnya beliau duduk dan mulai menyatukan kedua telapak tangannya dan bertapa di dalamnya.

Selama proses bertapa beliau tidak merasakan gangguan apapun, bahkan tidak merasa haus dan lapar. hanya duduk diam dan mengahayati pertapaanya. Setelah 3 hari 3 malam menurut beliau pertapaanya di rasa cukup, beliau pun membuka matanya. Beliau bangun dari duduknya dan ingin beranjak keluar. Tiba-tiba saja baju celana dan pakaian yang beliau kenakan saat itu hancur, rapuh seperti debu. Dan beliau pun dalam keadaan telanjang karena pakaian di badannya hancur tidak tersisa apapun. Dan lagi rambut serta kukunya tumbuh memanjang. Setelah melangkahkan kaki keluar dari gua tersebut, petapa itu pun merasa aneh karena keadaan di luar gua sepertinya berbeda dari saat pertama beliau datang. Beliau sedikit bingung namun tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan langsung mengambil daun-daun di sekitar untuk dijadikan penutup badannya yang telanjang. Akhirnya beliau langsung pulang menuju kampungnya lagi dalam keadaan dibaluti dedaunan.

Saat memasuki kampungnya sudah malam hari, mungkin tengah malam. petapa tersebut langsung menuju sebuah rumah temannya yang berada di bagian depan desanya. Beliau bermaksud meminjam pakaian dari temannya karena akan aneh jika beliau dalam keadaan ditutupi daun berjalan diperkampungan menuju ke rumahnya. Setelah mengetuk dibukakanlah pintu oleh teman beliau. Sontak saja teman beliau yang membukakan pintu terkejut dan bingung seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bukan bingung dan kaget karena kondisi petapa tersebut dalam keadaan telanjang yang hanya berbaju daun-daun. Melainkan terkejut karena melihat bapak petapa tersebut setelah 3 tahun tidak pulang dan dianggap meninggal oleh orang-orang di kampungnya. Bahkan keluarganya pun sudah mengadakan tahlilan untuk beliau.

Setalah temannya menceritakan apa yang sudah mereka pikirkan selama tiga tahun dan meminjamkan pakaian kepada beliau. Bapak petapa itu pun pulang menuju rumahnya. Seperti temannya tadi, seluruh keluarganya pun kaget dengan kedatangan petapa tersebut setelah selama 3 tahun menghilang. Padahal bapak petapa tersebut merasa beliau hanya bertapa selama 3 hari saja.

Semenjak saat itu, bapak petapa tersebut tiba-tiba saja memiliki kemampuan gaib yang luar biasa. Beberapa hal yang didemonstrasikan beliau adalah bagaiman beliau membeli sebotol minyak dari alam gaib dengan uang Rp.50.000 yang dibungkus dengan kertas dan digenggam bersama sebuah pena. Setelah selesai membaca mantra atau doa. Uang yang dibungkus kertas tadi berubah menjadi sebotol minyak. Nama minyaknya saya masih samar-samar ingat, tapi entah kenapa hati saya tidak ingin menyebutkannya. Kertas yang tadinya kosong tiba-tiba terdapat tulisan atau pesan yang ditulis dalam bahasa jawa kuno. Maaf, saya bukan orang jawa, jadi tidak mengerti. Kenapa saya menyebutnya bahasa jawa kuno. Karena dialegnya berbeda dari bahasa jawa yang saya dengar. Dan lagi hanya tetua orang jawa saja yang memahami arti dari pesan tersebut. Terlihat karena saat beliau menunjukannya tidak ada yang memahami pesan tersebut. Tetapi diterjemahkan oleh salah satu orang tua disitu. Saya lupa isi dan pesan tersebut. benar-benar tidak ingat sedikitpun untuk apa minyak tersebut.

Pembuktian lainnya juga beliau menunjukan bahwa beliau memiliki sebiji batu merah delima yang datang dengan sendirinya kepada beliau. Pembuktiannya beliau menyuruh seseorang yang berada disitu untuk memasukkan batu tersebut ke dalam sebuah wadah kayu dan membawanya keluar berjalan keluar dari rumah tersebut menjauh dari petapa tersebut. Setelah otang yang membawa batu tersebut kembali dan membuka wadah tadi, batu tersebut hilang begitu saja. Kemudian petapa mengambil segelas air dan meminumnya. Sesaat beliau tersedak dan keluarlah batu merah delima tadi dari dalam mulutnya. Batu tersebut seolah tidak bisa dijauhkan dari pemiliknya.

Beliau juga menunjukkan beberapa benda yang datang sendiri satu-persatu kepada beliau seolah ingin dimiliki oleh petapa tersebut. Saya sendiri lupa ada apa aja yang beliau simpan.

Demonstrasi terakhir yang paling membuat saya terdecak kagum adalah saat beliau menunjukan bagaimana mengambil uang dari dunia gaib. Dengan dua lembar kertas di masing-masing telapak tangannya. Yang kemudian beliau gosok-gosokan kedua kertas tadi. Tiba-tiba uang kertas berbagai satuan keluar dari sela-sela kertas tersebut secara terus-menerus. Semakin lama beliau menggosokkannya, semakin banyak jumlah uang yang keluar. Beliau pun berpesan kepada orang-orang yang hadir bahwa uang tersebut tidak boleh digunakan. Uang-uang tersebut hanya boleh diberikan kepada fakir miskin saja. Petapa tersebut pun menitipkan uang-uang tersebut kepada orang yang hadir untuk nantinya diberikan kepada orang yang membutuhkannya.

Itulah tadi cerita nyata dari seorang petapa yang bisa saya ceritakan. Semoga bisa menjadi pelajaran dan Anda bisa memahami makna dari kejadian yang dialami oleh bapak petapa tersebut. Bahwa ada kuasa Allah yang sangat luar luar luar biasa di alam semesta ini. Dan hanya akan diberikan kepada orang-orang yang beriman kepadanya.

Jin Bermata Besar Yang Menyala Sangat Menyilaukan

Ini adalah pengalaman tetangga ku dulu yang pernah diceritakannya padaku. Aku lupa siapa nama beliau karena mereka tidak lama tinggal ngontrak di dekat rumahku. Aku berteman dengan anaknya yang usianya tidak jauh berbeda dengan ku dan masih muda sedikit dari ku yang bernama Samsul (pake L bukang pake NG hehe...).

Pada masa awal-awal pernikahan kedua orangtuanya mereka sempat mengalami waktu-waktu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Waktu itu Samsul masih bayi. Kedua orangtuanya bekerja apapun yang bisa mereka kerjakan dan mereka suka berpindah-pindah untuk mencari pekerjaan.

Di sebuah desa mereka dapat pekerjaan, aku lupa dia cerita kerja apa. Tapi saat malam hari mereka disuruh menjaga alat berat berupa exavator milik perusaahan yang berada di sebuah lahan kosong agar tidak dijarah. Di sana mereka juga disediakan sebuah pondokan untuk mereka tinggali. Dan kebetulan sekali wilayah tersebut memang terkenal angker.

Kalau tidak salah itu malam pertama mereka menjaga alat tersebut. Mereka tidur di dalam kabinnya karena tempatnya cukup dan cuaca malam hari di hutan sangat dingin. Setelah larut malam kedua orangtua Samsul masih belum tidur dan mengobrol berdua. Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terdengar suara ribut dari ke jauhan. Ayah Samsul langsung mencoba menyalakan lampu sorot yang telah disediakan. Saat menyalakan lampu tersebut mereka malah kaget karena sesaat itu juga sebuah bola besar raksasa yang mirip dengan bola mata menyala terang sekali mengalahkan terangnya lampu sorot mereka. Dengan posisi yang sangat tinggi tepat menatap ke arah mereka. Tidak salah lagi itulah mata Jin. Tanpa di aba-aba lagi mereka langsung pergi lari menuju ke pondok yang jaraknya cukup jauh dari posisi alat berat saat itu.

Tidak berakhir sampai di situ. Setelah mereka sampai di pondok. selang beberapa menit berada di situ mereka mengalami hal yang mengerikan lagi. Angin bertiup kencang di luar, dan dengan sangat jelas mereka mendengar suara perempuan menangis dari arah luar. Karena sudah tidak tahu mau lari kemana lagi, mereka hanya bisa meringkuk ketakutan sambil membaca doa. Saat doa di bacakan, gangguan tersebut berkurang dan hampir tidak ada. Kedua orangtua Samsul terus saja membaca doa sampai pagi.

Itu adalah hari pertama dan terakhir mereka bekerja di situ, kedua orangtua Samsul langsung berhenti dan mencari pekerjaan lain lagi.


Kuntilanak Menyeramkan

Pengalaman ku yang paling menyeramkan. Kalau ingat ini aku kayak trauma dan takut banget, Tapi wujudnya masih sering terbayang kalo aku lagi parno. Waktu itu aku pulang dari rumah tante ku. Karena keasikan ngobrol aku jadi pulang larut malam. Aku pulangnya jalan kaki karena memang sudah biasa dari kecil.

Nah malam itu aku tidak ada perasaan apapun dan tidak menyangka akan bertemu dengan hal yang begituan. Malam itu suananya memang terasa berbeda, aku berjalan santai sendirian. di tengah perjalanan aku harus melewati lahan tanah kosong yang penuh semak dan pohon asam besar. Pas aku mau melewati pohon tersebut aku seperti mendengar ada suara yang memanggilku. Saat aku mencari asal suara aku tidak menemukan siapapun di situ dan suananya pun sangat sunyi, bahkan suara binatang malam pun aku tidak mendengar malam itu. Aku berpikir mungkin hanya perasaan ku saja, aku berjalan lagi dan tepat melewati pohon tersebut aku mendengar ada suara perempuan menangis jelas banget. Aku spontan langsung menoleh ke atas ke arah pohon tersebut. ALAMAKKK... Sontak aku kaget melihat sesosok perempuan berbaju putih dengan posisi duduk menjuntaikan kakinya seperti menatap ke arah ku dengan wajah yang rata. Tanpa sadar aku langsung berteriak "Tolong..." sambil lari sekencang-kencangnya. Jantungku berdegup kencang banget, aku merasa kalau itu setan kayak mengikuti ku. Sambil teriak-teriak aku lari seperti orang gila.

Sampai aku menemui salah satu rumah tetangga ku, karena mendengar suara ku berteriak orang-orang pada keluar. Aku langsung menghampiri mereka sambil minta tolong. Jujur air mataku sampai keluar karena aku benar-benar merasa ketakutan. Setelah aku ceritakan dan mereka pun langsung menenangkan ku. Aku di antar pulang oleh beberapa teman ayahku, sampai di rumah aku disuruh mandi dan langsung tidur dengan di jagain oleh kedua orangtuaku.

Itu adalah hal yang paling menakutkan yang pernah aku alami, dan semoga saja aku tidak akan pernah lagi mengalami hal yang begitu. 


Hantu Nebeng

Waktu lagi nongkrong di warung kopi dekat rumah ku. Sekitar jam 9 malam bareng adek ku. seperti biasa kang iman yang merupakan salah satu pelanggan tetap di warung kopi tersebut. Sambil nikmatnya menyeruput kopi hitam panas di malam yang dingin. Kang iman yang berprofesi sebagai tukang ojek selama bertahun-tahun tiba-tiba langsung bercerita tentang kejadian yang dia alami beberapa hari sebelumnya saat dia sedang ngojek. 
Waktu itu malam jum'at. Pas banget malam yang kramat dan mengerikan. Kang iman sebenarnya cuma ngojek di lingkungan sini aja, cuma malam itu kebetulan dia katanya dapat penumpang yang minta anterin yang jaraknya agak jauh. sekitar jam 10 malam setelah mengantarkan penumpangnya kang iman langsung memacu motornya pulang ke rumah. di tengah perjalanan kang iman melihat perempuan melambaikan tangannya. "Rejeki nih" pikir kang iman. perempuan ini biasa aja sih kelihatan seperti berumur 30an lah.  Seperti biasa dengan ramahnya kang iman berucap "Ojek bu?". "Tolong anterin ke blabla kang". Kata si perempuan tersebut. "Sip lah bu". Sahut kang iman. "Pas banget jalur pulang, rejeki ngga kemana" kata kang iman dalam hati. Meluncurlah mereka menelusuri jalanan malam itu.

Di perjalanan, kang iman ini orangnya memang sopan. Jadi tidak banyak bicara kalau dengan perempuan. Tapi katanya hawa malam itu tiba-tiba terasa dingin banget. Kang iman mulai merasa tidak enak seperti ada yang tidak beres. Di tambah lagi perempuan tersebut megang pinggangnya kang iman, tangannya terasa dingin dan lembut seperti tidak sedang pegangan dengan erat. Tidak lama perempuan tersebut berkata "Stop di persimpangan ya kang". sampai di pertigaan jalan kang iman langsung berhenti. Aneh bin ajaib kang iman yang bermaksud nahan motornya biar perempuan tersebut turunnya enak, tapi perempuan tersebut seperti diam aja. "Udah sampe bu" Kata kang iman sambil noleh dikit ke belakang. Alangkah kagetnya kang iman tidak melihat siapa pun di belakangnya. Kang iman toleh kiri kanan depan belakang tapi tetap tidak melihat siapa pun di situ. Kalau pun itu perempuan kabur tidak mungkin langsung lenyap begitu. Spontan saja kang iman langsung tancap gas karena sudah sadar kalau tadi yang diboncengnya bukan orang.

Kami yang mendengar kang iman bercerita di warung kopi tersebut langsung tertawa. Sial banget malam itu.

Hantu Yang Memakan Makanan Di Dapur

Hai, selamat malam. Aku Rendy, aku mau cerita pengalaman pribadi ku dan ini nyata terjadi. Langsung saja aku ceritakan. Dulu waktu aku masih SMA aku tinggal di salah satu rumah keluarga ku yang tidak ditempati karena tempat asalku masih desa dan jauh dari SMA aku terpaksa tinggal sendirian. Aku tidak biasa tinggal dengan orang lain, rasanya tidak nyaman aja. 

Sebenarnya lokasi rumah ini berada di ujung dari sebuah jalan kecil yang menuju ke arah sawah dan pinggiran hutan gitu. Memang di situ sudah terlihat menyeramkan awalnya, tapi ya untuk menghemat daripada aku ngekos, aku coba saja tinggal di situ.

Sebenarnya aku sudah tahu kalau aku di rumah tersebut tidak sendirian, karena setiap malam aku selalu mengalami dan merasakan hal-hal aneh seperti suara orang ketawa, ngobrol, suara langkah kaki, anak kecil lari-lari. semua yang terjadi di rumah tersebut sudah cukup meyakinkan ku kalau rumah tersebut berhantu.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak pengalaman ku di rumah ini. Pada suatu malam, sebelum tidur aku bermaksud ingin menanak nasi untuk besok sarapan dan bekal sebelum berangkat sekolah. Jadi, jam 9an malam aku mencuci beras lalu menyalakan rice cooker. Setelah selesai, aku langsung tidur.

Keesokan harinya, aku berniat sarapan. Saat membuka rice cooker yang masih dalam keadaan panas aku benar-benar kaget. Nasi yang tadi malam aku tinggal masak, malah berubah menjadi nasi yang benyek berantakan, basi dan berbau yang tidak enak seperti sudah berhari-hari. Aku langsung geleng-geleng dan berpikir "Pasti yang di sini memakannya". Alhasil aku ke sekolah dengan perut kosong dan tanpa bekal.

Sejak saat itu aku tidak pernah lagi meninggalkan makanan di rumah tersebut melewati malam hari. Makanan apapun yang melewati satu malam di dapur ku pasti menjadi basi dan busuk. Itulah cerita ku, salah satu dari banyak pengalaman yang aku alami di rumah itu. Anda bertanya kenapa aku bisa betah di rumah berhantu itu, aku juga tidak tahu, aku melewatinya begitu saja selama 3 tahun. Hal yang paling tidak aku suka adalah saat "mereka" menyerangku dengan sakit kepala yang luar biasa. Aku tahu sakit kepala ku ulah dari hantu di rumah tersebut. Lain kali aku akan cerita lagi. Terima kasih

Jin Botol Milik Orang Sakti

Hai panggil saja aku Anto, Aku mau cerita sedikit tentang pengalaman yang aku alami. Suatu hari ada orang tua yang meninggal di desa ku, Orang tersebut terkenal dengan keilmuannya. Orangnya baik dan suka bantu ngobatin orang lain.
Nah, suatu hari beliau meniggal dunia, dan keluarganya meminta paman ku untuk menunggui kuburannya selama 7 hari. Kata keluarganya takut mayatnya dicuri. Kebetulan paman ku ini juga sedikit tahu tentang hal gaib atau punya ilmu lah walau ngga sehebat orang lain. Dan aku diminta pamanku untuk menemuinya sekaligus nambah pengalaman ku tentang kebudayaan dan adat di desaku.

Kami menunggu kuburan orang tersebut dari maghrib hingga subuh. Pada malam pertama sudah terasa banget suasana mistisnya. Kami hanya bermodal lampu teplok, tahu kan lampu yang pake minyak dan ditutup sama kaca. Tapi aku ngga tahu dan ngga melihat apa yang datang. Kata paman ku dia sempat melihat kayak macan yang mengintai. Sambil komat-kamit pamanku membaca mantra buat ngusir itu macan. Mungkin karena memang aku bukan orang yang punya indra keenam atau ilmu yang macam-macam. Kata pamanku sih malam itu banyak banget yang hadir, Dengan berbagai tujuan.

Begitu juga saat malam kedua. Nah yang berbeda terjadi pada malam ketiga. Sekitar jam 1 dini hari, tiba-tiba saja ada asap yang keluar dari kuburan yang kami jaga. Langsung saja paman ku mengambil botol kosong dan menancapkan mulut botol tersebut ke asap yang keluar tadi, otomatis asapnya masuk dan terkumpul dalam botol tersebut. Setelah asapnya berhenti keluar pamanku langsung menutupnya. Asapnya berwarna putih dan masih terlihat berputar-putar dalam botol tersebut. Lalu dibungus dengan kain hitam gitu.

Pamanku bilang asap itu adalah jin yang pernah menjadi teman atau penjaga dari orang tersebut. Lalu pamanku membawa botol tersebut ke keluarga yang bersangkutan. Entah untuk apa aku ngga menanyakannya lagi. Dan pamanku juga ngga mau menceritakannya lagi. Katanya itu rahasia dari keluarga yang meninggal dan ngga baik dikasih tahu untuk apa.

Sekian ceritaku, masih banyak lagi pengalaman yang aku alami bersama paman ku. Lain waktu akan aku ceritakan lagi.


Hantu Kepala Yang Menakutkan

Aku Tina, langsung aja ya aku ceritain. waktu itu malam jum'at aku dan teman-teman lagi seru-seruan di salah satu taman di kota malang. Kami berlima cowok cewek, waktu itu sekitar pukul 9 aku sebenarnya sudah mau pulang tapi teman-teman ku masih lagi serunya becanda dan main gitar. "
Bentar lagi ya," Gitu kata temanku. Karena waktu itu aku nebeng sama temanku jadi ngga bisa terlalu ngotot mau pulang. 

Malam itu terasa dingin banget dan bulan juga nggak kelihatan. Biar nggak bosan aku ngutak-ngatik HP ku sambil liat-liat suasana sekitar, makin malam aku ngerasa kalau tempat itu makin nyeremin, banyak pohon besar. Meskipun lokasinya dipinggir jalan besar, Tapi jam segitu sudah jarang ada yang lewat dan lagi posisi kami agak ke dalam dari taman tersebut dan suananya remang gitu dan ngga ada yang nyantai di situ selain kami

Salah satu teman ku yang cowok yang pintar main gitar dia nyanyinya keras banget dan sambil ketawa-tawa gitu. Karena aku terlahir dikeluarga yang mana salah satu ajaran dari keluarga ku untuk tetap menjaga sopan-santun di tempat asing, dan sedikit tahu soal makhluk halus. Aku langsung bilang ke mereka "Hussssshh,, jangan terlalu ribut". Teman ku itu malah jawab "Kenapa emang?". Terus aku bilang "Ntar ada yang marah, ntar kesambet lho". Teman ku tadi malah ketawa dan ngeremehin hal-hal yang begituan.

Setelah selang beberapa lama, saat dia nyanyi kenceng banget, sok menghayati gitu. TIba-tiba saja dia terdiam dan berbalik arah, Mukanya kelihatan pucat. Salah satu teman ku langsung nanya. "Kenapa kamu?" Dia malah jawab "Kita pulang aja yuk". Perasaan ku tiba-tiba jadi ngga enak, aku coba lihat ke arah yang dia lihat sebelumnya tidak ada apa-apa. Kami pun langsung beranjak dari tempat tersebut.

Saat di jalan kami pun berhenti di salah satu warung untuk membeli minuman. Kemudian kami pun bertanya kenapa dia tadi seperti ketakutan gitu. Dia bilang kalau dia melihat potongan kepala nagkring di atas salah satu kayu di dekat kami nongkrong tadi. Katanya lagi seperti kepala cowok yang habis dijagal gitu dengan mata yang terbelalak dan menyala kemerahan dengan mulut menganga. Pokoknya dia bilang bentuknya serem banget.

Sejak saat itu kami tidak pernah lagi nongkrong di taman tempat dia melihat potongan kepala orang. Sekian ceritaku.

Gundurowo Penunggu Rumah Kosong

Hai selamat malam, aku mau membagikan sebuah cerita. Sebenarnya cerita ini diceritakan oleh temanku sebut saja namanya Iwan. Bukan bermaksud buruk tapi kalau boleh dikatakan dia orangnya agak mesum.

Suatu hari Iwan mengajak pacarnya jalan malam mingguan. Dia ini punya banyak pacar, playboy gitu lah. Wajar aja da punya wajah yang cukup tampan untuk menggaet para cewek. Dan lagi dia bermuka tebal alias tidak pernah malu dengan hal apapun. Hanya saja dia punya kekurangan yaitu otaknya agak blo'on.

Seperti biasa tujuannya mengajak cewek kencan hanya untuk dapatin tubuh cewek itu doank, hampir atau mungkin tidak pernah sama sekali Iwan ini merasa yang namanya jatuh cinta. Selain pintar menggombal dia juga pintar bohong buat ngerayu cewek-cewek.

Malam itu dia bermaksud ingin melakukan seks (maaf kalau kata-kata ini agak kurang pantas). Ceritanya sebelumnya dia pernah digrebek oleh RT tempat dia tinggal karena terlihat sering mengajak cewek ke kosannya dia. Jadi, waktu itu dia bingung mau ngajak cewek ini kemana. Entah gimana caranya dia hampir selalu berhasil melakukannya. Karena si Iwan tidak dapat ide mau mengajak cewek ini kemana akhirnya Iwan berpikir untuk mencari tempat yang sepi. Malam itu Iwan sudah sangat ngebet banget pengen tidur sama cewek yang diajaknya tersebut karena sudah cukup lama dia ngegombalin ini cewek. Akhirnya setelah ritual rayuannya malam itu dia langsung membawa cewek tersebut ke salah satu tempat rumah kosong yang terletak dipinggiran kota.

Sekitar jam 9 malam sampailah mereka di rumah yang mereka tuju. Rumah tersebut rumah kosong yang cukup berantakan. Kayaknya Iwan sudah pernah kesitu sebelumnya karena dia tahu betul detail dari rumah tersebut. Setelah masuk ke rumah tersebut, Iwah yang sudah kebelet banget pengen melakukannya sama ceweknya tersebut sama sekali tidak berpikir tentang hal yang mistis atau takut berpenghuni gaib. Sedangkan si cewek itu agak ketakutakan setelah melihat kondisi rumah yang menyeramkan tersebut. Tapi dengan sejuta gombalannya dia berhasil mengajak cewek tersebut masuk ke dalam. Sesampainya di salah satu ruangan, mereka duduk di atas meja. Si Iwan dengan kemampuan playboynya yang mengerikan memulai aksi mesumnya. Awalnya si cewek ketakutan dan tidak mau diajak mesum oleh Iwan, entah bagaimana dia merayu dia berhasil membuat cewek tersebut mau mengikuti kemauan bejat si Iwan.

Saat Iwan memulai menggerayangin ceweknya tiba-tiba saja terdengar suara benda yang dipukul keras sekali dari sebelah ruangan tersebut. Mereka berdua pun kaget, tapi Iwan yang konaknya sudah terlampau tinggi hanya berkata "paling tikus jatuhin barang". Langsung saja Iwan melanjutkan aksinya. Hal mengerikan pun datang pada mereka, terdengar suara lelaki besar yang marah berteriak dengan garang diruangan tersebut. Barulah Iwan sadar dan ketakutan setelah suara tersebut terdengar. Waktu itu Iwan malah mencoba berpikir gimana dia melanjutkan aksinya kalau yang dia pikirkan benar-benar terjadi, Bukannya pergi dari tempat tersebut Iwan malah membaca mantra buat mengusir gangguan tersebut. Sedangkan si cewek sudah sangat ketakutan dan mengajak Iwan untuk pergi dari situ dan minta diantar pulang ke rumahnya. Karena Iwan tidak mau malam itu gagal dapatin tubuh cewek tersebut Iwan malah bilang "Tenang, dia sudah pergi". Si cewek tersebut sudah mau nangis karena ketakutan dan juga tidak berani menolak keinginan bejat Iwan. Tidak berselang lama setelah itu cewek Iwan tiba-tiba berteriak kencang. Si Iwan yang kaget langsung melihat ke arah yang dilihat oleh ceweknya tersebut. Alangkah kagetnya mereka berdua melihat sesosok gundurowo berbadan besar dengan mata merah menyala menatap mereka dari sudut ruangan tersebut. Tanpa berpikir panjang mereka berdua langsung lari keluar dari rumah tersebut.

Iwan langsung mengantar cewek tersebut pulang ke rumahnya yang dalam keadaan menangis dan ketakutan. Katanya sih setelah kejadian tersebut si cewek langsung memutuskan hubungan karena dimarahi oleh kedua orangtuanya. Sukurin.. hahaha.
Pesan kepada pembaca:
Untuk para lelaki, jangan pernah mempermainkan perasaan cewek. Apalagi kalau hanya untuk mesum tanpa membahagiakan pacar Anda dengan sejuta cinta. Karena itu bukan prinsif pria sejati.

Hantu Yang Ingin Berteman

Suatu hari aku saat aku masih tinggal di kos yang dulu. waktu itu sekitar pukul 9 malam. aku masih ngerjain satu tugas kuliah yang aku harus rampungin malam itu juga. Biar ngga jenuh aku ngerjainnya sambil SMSan sama temanku.

di tengah-tengah asiknya SMSan tiba-tiba saja temanku ini malah nakutin aku dengan cerita hantunya. Katanya di kos ku ini dia pernah sekelebat melihat cewek melintas saat dia masuk ke kamar mandi ku. Awalnya aku pikir dia hanya nakutin aku, lama-lama dia malah makin keliatan serius banget SMSnya bilang kalo itu bener dan pake sumpah segala. Akhirnya aku jadi parno dan merasa merinding sambil noleh-noleh ke belakang.

Aku berpikir ngapain takut di kos ku sendiri. karena ngga pengen berpikiran yang negatif dan mengganggu tugas kuliah ku aku pun berkata "Aku ngga takut." Setelah ngucapin gitu perasaan ku mulai tenang.

Setelah hampir selesai ngerjain tugas aku dan teman ku sudah ngga SMSan lagi karena dia pamit tidur duluan. waktu itu sudah sekitar jam 10 lewat. aku kebelet pipis lalu beranjaklah aku ke kamar kecil. Saat masuk ke kamar kecil aku merasa seperti ada angin yang menabrak ku. Rasanya kuat banget sampai aku kaget. Saat sedang pipis tiba-tiba aku mendengar suara cewek tertawa pendek seperti sedang mengejek. Suaranya jelas banget seperti tepat di dekat telingaku. Aku jadi keingetan kata temanku. Aku pun langsung bergegas keluar dan naik ke kasur ku sambil sembunyi dalam selimut. Aku benar-benar ketakutan sampai-sampai aku ketiduran dan lupa menyelesaikan tugas ku.

Dan hal yang paling bikin aku makin ketakutan malam itu aku bermimpi ketemu cewek penghuni kos ku tersebut, dan dia berkata kalau di sini dulunya adalah rumahnya sebelum dibangun kos-kosan. Tapi dia tidak berniat mengganggu, cuma ingin mengenal ku. Walaupun niatnya tidak mengganggu tetap saja aku takut berteman dengan yang sejenis mereka.

Sejak saat itu, aku sering menginap di tempat teman ku. Beberapa hari kemudian aku pindah ke kos lain dan sekarang lebih nyaman tanpa ada hal-hal gaib lagi.

Hantu Penunggu Kantor

Selamat malam. malam ini aku mau bagikan cerita tentang hantu yang ada di kantor tempat aku kerja. Aku penjaga malam di sebuah kantor pemerintahan. aku berdua sama teman ku menjaga di kantor ini.

Seperti biasa, untuk mengusir kebosanan, aku dan temanku sering main komputer di salah satu ruangan. Cerita ini pas waktu awal-awal aku kerja di sini. Saat itu kami memainkan komputer masing-masing bersebelahan duduknya. waktu itu sekitar jam 12 malam. Tiba-tiba saja kami dikagetkan oleh suara benda jatuh dari salah satu ruangan yang tidak jauh dari ruangan yang kami tempati. Awalnya kami berpikir mungkin tikus atau apalah, tapi untuk yang kedua kalinya suara benda jatuh terdengar lebih keras. Karena khawatir kami pun mencoba mencari tahu apa yang membuat suara tersebut. Takutnya pencuri atau hal lainnya.

Setelah mengecek di beberapa ruangan kami tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan bahkan kami tidak melihat ada benda yang jatuh. Kami pun kembali keruangan asal kami bermain. Saat berjalan kembali aku bingung saat teman aku malah jalannya buru-buru. Awalnya aku pikir dia mau buru-buru balas chat ceweknya.

Sesampainya di ruangan barulah teman aku cerita kalau dia sempat melihat cewek berdiri di balik jendela kaca di salah satu ruangan yang kami lewati. Setelah dia cerita aku langsung merinding dan langsung mengunci pintu dan berdoa semoga itu setan tidak masuk ke ruangan kami.

Kami ketakutan sampai pagi. Setelah cukup lama kerja di sini kami jarang diganggu. mungkin penunggu kantor ini sudah terbiasa dengan kami dan mengerti dengan tugas kami yang juga sama-sama menjaga tempat ini.

Kuntilanak Penunggu Pohon Beringin Di Kebun

Pada suatu malam yang dingin, karena keasikan main sama teman2 sampai larut malam tak terasa sudah jam 1 tengah malam. Sebenarnya rumah ku tidak terlalu jauh, hanya saja jalan yang harus dilalui adalah sebuah lingkungan yang sepi dan bisa dibilang menyeramkan.

Ini bukan yang pertama kalinya aku pulang larut begini, hanya saja entah kenapa malam ini perasaan ku agak ngga enak, ditambah lagi suasananya juga terkesan sunyi banget. Tapi karena aku ngga terbiasa menginap di rumah orang. aku putuskan untuk pulang.

Singkat cerita ketika diperjalanan melintasi perkebunan yang dipinggirannya banyak terdapat pohon besar, aku memacu motorku dengan santai sambil berusaha bersikap tenang. Semakin jauh aku rasanya perasaan ku makin ngga enak, seolah-olah akan ada hal yang aneh terjadi.

Saat itu, sekitar berjarak 300 meter di depan yang ada pohon beringin besar, letaknya ngga persis dipinggir jalan, agak ditengah dari kebun tapi masih terlihat nampak kalau melintasinya. Semakin dekat melintas pohon tersebut, serasa nampak sesuatu yg berbeda dari dedaunan pohon tersebut, putih agak buram menjuntai di antara dedauan. "Ah, mungkin pantulan sinar bulan jadi terlihat agak terang." pikir ku. aku pun kembali menoleh ke arah depan. Tapi seolah ada yang menggelitik hati ku agar aku menoleh ke arah pohon tadi. Tanpa sadar pohon tersebut tepan di arah kiri ku. Dan betapa kagetnya aku bukan main. Bayangan putih yang awalnya aku liat menggantung di pohon tersebut tiba2 melayang melesat dengan cepat ke arahku. Dan terlihat sangat jelas, itu adalah sesosok kuntilanak dengan wajah yang pucat dan bermata hitam dan rambutnya yang panjang kusut menambah seram dirinya. Sambil tertawa dengan suaranya yang menyeramkan melayang dan berputar-putar di arah kiri ku, Saking takutnya aku langsung menarik gas motor ku sampai habis. Tak lupa aku sambil ketakutan membaca doa-doa yang aku bisa. Rasanya seolah aku dikejarnya dari belakang, tanpa menoleh aku terus memacu motorku dengan kencang. Hingga melewati perkebunan tersebut dan memasuki perumahan tempat tinggalku. Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke dalam tanpa sadar aku membanting pintu dengan sangat kencang sampai membangunkan seisi rumah.

Saat ditanyai oleh ayah ku aku ngga bisa bicara karena masih trauma dan ketakutan. Aku pun disuruh istirahat oleh ayah ku. Besok harinya aku ceritakan semuanya yang aku alami. Sejak saat itu ngga berani lagi pulang sampai larut malam.

Orang Misterius Saat Pulang Kampung.

Hai, jumpa lagi dengan cerita yang selanjutnya. Pada cerita sebelumnya saya pernah menuliskan tentang ibu Sri tetangga saya yang sering banget mengalami pengalaman ghaib. Kali saya akan mengisahkan sebuah kisah yang pernah ibu Sri ceritakan kepada saya waktu dulu.

Saat itu ibu Sri mau pulang ke kampung halaman karena ibu Sri ini memang suka merantau mencari rejeki. Saya lupa nama kampung beliau tapi letaknya jauh masuk ke arah pedalaman gitu dan jauh dari jalan raya. Ditambah lagi ini cerita tempo dulu yang mana infrastruktur, teknologi dan komunikasi yang masih jauh dari kata maju alias jadul (jaman dulu).

Setelah jauh perjalanan menaiki kendaraan umum berupa bis antarkota. Turunlah ibu Sri di tepi jalan raya tepat di arah masuk sebuah jalan setapak. Waktu itu sudah larut malam, biasanya ibu Sri naik ojek masuk ke dalam menuju kampung beliau. Karena tidak ada terlihat ojek yang mangkal, ya pastilah karena memang sudah larut malam. Jarak dari tepi jalan raya menuju ke kampung beliau sekitar 8 km.

Ibu Sri memutuskan untuk menunggu ojek atau orang yang lewat naik kendaraan menuju ke kampung beliau. Saat ibu Sri ingin duduk di salah satu dekat pohon ibu Sri melihat seorang perempuan yang telah duduk di situ seperti sedang menuggu ojek pula. Ibu Sri langsung menghampirinya dan duduk di dekatnya. Ibu Sri sempat bertanya mau kemana kepada orang tersebut, dia menjawab mau ke kampung yang sama dengan ibu Sri. Tapi anehnya orang tersebut hanya duduk dan menunduk ke bawah dan tidak banyak bicara. Awalnya ibu Sri tidak curiga karena orang tersebut kelihatan normal dan kakinya pun menapak.

Setelah sekian lama menunggu, ojek tak kunjung muncul. Akhirnya ibu Sri memutuskan untuk jalan kaki masuk ke kampung halamannya. Lalu mengajak perempuan tadi untuk pergi bersama, dan perempuan tersebut pun mengangguk. Berangkatlah mereka berdua berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Katanya karena malam itu cukup terang karena sinar bulan, jadi tidak ada masalah dengan penglihatan.

Perempuan yang berjalan bersama ibu Sri masih tetap tidak banyak bicara, dia hanya mengangguk dan berjalan dengan menunduk ke bawah. Setelah cukup jauh berjalan, mereka tiba di sebuah persimpangan jalan. kedua jalan tersebut sama-sama menuju ke kampung ibu Sri, hanya saja jalan sebelah kiri lebih dekat tapi harus menyeberangi sungai dengan perahu. Apalagi kalau malam belum tentu ada orang yang naik perahu dan membantu menyeberangkan. Sedangkan jalan ke kanan jaraknya 2 kali lebih jauh dari jalan sebelah kiri namun tidak ada sungai hanya jalan setapak menuju kampung. Saat itu ibu Sri memilih jalan ke kanan dengan alasan takut menyeberangi sungai malam-malam. Tapi perempuan yang berjalan bersama ibu Sri malah mengajak untuk mengambil jalan sebelah kiri. Perempuan tersebut berkata dia punya perahu di sungai. Perempuan tersebut terus membujuk ibu Sri untuk ikut dengannya, tapi ibu Sri tetap memilih jalan ke kanan. Karena ibu Sri tetap menolak akhirnya perempuan tersebut berjalan sendiri mengambil jalan ke kiri.

Ibu Sri yang masih kebingungan memilih jalan dan khawatir masih terdiam di persimpangan jalan tersebut sambil melihat ke arah perempuan yang pergi berjalan sendiri tersebut. Perempuan tersebut berjalan dengan santai, saat perempuan tersebut berjalan mendekati sebuah pohon besar di jalan tersebut, dia tidak menghindarinya, alias masuk menembus pohon tersebut. Ibu Sri yang melihat dengan matanya sendiri pun langsut tersentak kaget bukan main. Ibu Sri langsung bergegas pergi ke arah kanan setelah melihat hal tersebut. Akhirnya ibu Sri menyadari bahwa sejak awal tiba dia telah ditemani oleh sesosok makhluk ghaib. Ibu Sri berpikir kalau makhluk tersebut tujuannya bukan mengganggu, tapi hanya untuk menemani ibu Sri yang seorang perempuan yang berjalan di jalan setapak sendirian.

Setelah berjalan jauh akhirnya ibu Sri tiba di kampung halamannya dan langsung menuju ke rumah orang tuanya. Hari sudah hampir subuh sesampainya ibu Sri di rumah. di sambut oleh keluarga dan langsung

Hantu Tengkorak Yang Menyeramkan

Hai,, selamat jumpa. Kali ini penulis mau menceritakan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh tetangga saya dulu saat saya masih kecil. Saking lamanya saya lupa siapa nama beliau. Sebut saja ibu Sri,  waktu beliau menceritakan cerita ini kalau tidak salah saya masih berumur sekitar 12 tahun dan beliau mungkin sekitar 40an lah. Cerita ini sempat membuat saya ketakutan dan terbayang-bayang. Mungkin karena cara beliau menceritakannya. Yaa, semoga saya bisa mnceritakannya sebagus yang beliau lakukan. Oh iya, Ibu Sri ini katanya sering banget ketemu hantu dari masa mudanya hingga saat beliau menceritakan hal ini. Dan ini salah satu ceritanya.

Beberapa tahun yang lalu, ibu Sri pernah menginap di salah satu rumah temannya. Seingat saya ibu Sri ini memang suka merantau. Jadi pada sebuah desa yang masih terpencil, karena ibu Sri bekerja jualan sayur di desa tersebut, jadi sempat menginap di salah satu rumah temannya.

Suatu malam, mungkin sudah larut malam. ibu Sri sedang kebelet pipis. Karena memang di desa tempat buang air lokasinya jauh dibelakang rumah. Ibu Sri berpikir tidak ingin jauh-jauh pipisnya, diputuskanlah pipis di samping rumah. Karena memang di daerah tersebut masih terpencil yang jarak antar rumah cukup jauh dan minim penerangan, atau memang belum ada listrik (saya lupa).

Beranjaklah ibu Sri ke samping rumah tersebut, suasanya yang gelap pipislah ibu Sri. Saat sedang pipis tiba-tiba terdengar suara aneh "Krreeeyyott kreeyeett". Ibu Sri langsung menoleh kebelakang, ternyata tidak ada apa-apa. Setelah memalingkan kepala kembali suara itu terdengar lagi dan lebih keras dari sebelumnya "KREEEYYEETT KKRROOOT". Sekali lagi ibu Sri menoleh-noleh melihat sekeliling tapi tidak menemukan apa-apa yang aneh. Dalam perasaan ketakutan dan merinding di saat proses pipisnya. Untuk yang ketiga kalinya suara itu terdengar lagi. Ketika ibu Sri menoleh kebelakang. Ampun,, sesosok tengkorak berjalan mendekati ibu Sri dengan susah payah (bayangin aja kerangka yang berjalan seperti hampir mau tumbang terjatuh). Dengan suara kerangka tengkorak yang bergesekan "Kreett krookk kreek kryyoo" mendekati ibu Sri, Seketika itu juga ibu Sri langsung lari terbirit-birit kedalam rumah. Saking takutnya hingga pintu pun di tutupnya dengan cara dibanting dengan sangat keras. Sampai-sampai semua penghuni rumah terbangun kaget.

Ibu Sri yang langsung bersembunyi dalam selimut karena ketakutan sampai-sampai beliau gemetaran dan tidak bisa berbicara. Tapi  karena sebelumnya membanting pintu dan membangunkan seisi rumah. Beliau malah di marahin karena dianggap bertindak tidak sopan.

Setelah cukup lama akhirnya beliau mulai kurang gemetarannya dan mulai menjelaskan apa yang barusan saja terjadi kepada pemilik rumah.

Demikian cerita dari salah seorang tetangga saya yang sering ketemu dengan makhluk halus. Ada banyak lagi cerita yang pernah diceritakan, lain waktu akan saya tulis.

Arwah Yang Baru Meninggal Dunia

Nama ku Deny, aku mau berbagi cerita nyata yang pernah kau alami. Saat itu malam munggu, seperti biasa aku bareng teman-teman nongkrong sampai larut malam. Tapi malam minggu kali memang terasa berbeda suananya.

Malam itu kami sedang nongkrong di depan rumah salah satu teman kami. Sekitar pukul 10 malam kami masih bercanda dan ngobrolin banyak hal. Tapi waktu kami kehabisan rokok. Kebiasaan anak muda yang mencoba nakal. Kebetulan salah satu teman kami baru datang habis ngedate, dia ikutan nongkrong bareng kami terus dia ngeluarin duit dan nyuruh beli rokok. Dengan inisiatif aku menawarkan diri ingin membelikan, aku pikiri sembari jalan-jalan keliling.

Berangkat lah aku dengan sepeda sambil menghirup udara malam, karena sudah larut tidak banyak toko yang buka, hanya yang jaraknya cukup jauh buka 24 jam. Setelah ingin balik ke tongkrongan aku berpikir ingin mengambil jalan berbeda baliknya biar sekalian jalan-jalan. Setelah setengah jalan aku baru ingat kalau di jalan rumah teman ku tempat kami nongkrong itu di dekat persimpangannya ada orang yang baru meninggal dan dikubur siang tadi. Sambil was-was aku berpikir ingin memutar arah karena khawatir melewati rumah orang yang meninggal itu. Tapi karena sudah kepalang  tanggung setengah jalan aku coba beranikan diri untuk melewatinya.

Semakin dekat rasanya jantungku semakun berdebar kencang. perasaan ku mulai ngga enak. Saat sudah memasuki persimpangan jalan rumah teman ku. terlihat dari jauh rumah orang yang baru meninggal itu di terangi lampu yang terang banget di depannya, tapi tetap saja kesannya masih terasa seram karena sudah larut malam dan sepi.

Aku mengayuh sepeda dengan santai sambil menguatkan keberanianku untuk melewati rumah itu. Saat sudah dekat mungkin sekitar berjarak 100 meter aku melihat pohon kelapa yang masih tidak terlalu tinggi yang ada di seberang jalan dari rumah itu. Samar-samar aku melihat ada putih-putih di bagian atas pada pangkal dedaunan pohon kelapa itu. Aku berusaha untuk berpikir positif, "Ah.. mungkin itu pantulan cahaya lampu dari rumah itu" Pikir ku. Semakin dekat semakin terlihat berbentuk, karena posisinya terlindung oleh dedaunan pohon itu aku masih tidak nampak jelas dengan apa yang aku lihat. Aku pun melewati pohon tersebut dengan terus memandang ke depan. Setelah melewatinya hatiku merasa penasaran dengan yang aku lihat tadi. Tanpa berpikir aku menoleh ke belakang. DAAARRRR.. Kagetnya aku, Aku melihat sesosok pria berbaju putih berdiri jelas di atas pohon kelapa tersebut sambil memandangi rumah orang yang baru meninggal. Aku terperanjat dan langsung mengayuh sepeda yang ku bawa dengan sekuat tenaga sampai-sampai kaki ku terpeleset dari pedal sepeda karena saking kuat dan terburu-burunya aku.

Saat aku mengayuh sepeda sambil berdoa berharap makhluk itu tidak mengikuti ku. Rasanya waktu itu sepeda ku terasa berat dan sulit dikayuh. Mungkin karena saking ketakutannya aku. Terlihat dari jauh teman-teman ku yang sedang duduk, mulailah hatiku tenang. Saat tiba di situ aku langsung menceritakan kepada semua temanku dengan yang aku lihat, awalnya mereka tidak percaya, aku sampai bersumpah akhirnya mereka percaya yang aku ceritain.

Setelah aku menceritakan teman-temanku malah lebih ketakutan dari pada aku. bahkan ada yang ngga berani pulang karena memang kami pulang ke arah yang berbeda semua. Akhirnya kami putuskan untuk saling mengantar pulang dan sisanya ikut pulang dan menginap dirumah ku.

Itu adalah pengalaman nyata yang pernah aku alami.

Hantu Penunggu Rumahku Saat Sekolah

Selamat malam. Aku Ari, umur 16 tahun. Aku sekolah SMA jauh dari kampung ku, jadi sekarang aku tinggal dirumah keluarga ku yang tidak ditempati. Aku tinggal sendirian di rumah ini.

Dirumah yang aku tempati ini memang sudah terkenal angker oleh penduduk sekitar. Dulu sempat ada orang yang disuruh menjaga dan menempati rumah itu, tapi orang tersebut hanya mampu menempatinya selama 2 minggu. Karena tidak tahan dengan gangguan penunggu rumah ini.

Rumah ini letaknnya dipinggiran sawah dan berada paling ujung. Dari awal masuk jalan setapak sudah terasa kesan seram  daerah yang aku tinggali. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus sekolah dan tidak mampu menyewa kos.

Ini salah satu cerita dari sekian banyak pengalaman gaib ku di rumah ini. Pada suatu, biasanya aku tidur menggunakan anti nyamuk bakar. Ya karena daerah persawahan dan pinggirnya hutan jadi sudah pasti banyak nyamuknya. Nah, malam itu aku kehabisan antinyamuk, kalau mau beli harus jalan jauh, ditambah lagi sudah larut malam pasti sudah jarang ada warung yang buka. Awalnya aku tahan-tahan aja serangan nyamuk menggigit, tapi lama-lama aku tidak tahan dan tidak bisa tidur. Munculah ide, aku ambil kardus mie instan aku potong dan aku gulung sehingga berbentuk padat seperti dupa. Terus aku bakar ujungnya sehingga mengeluarkan asap. Alhasil nyamuk pun berkurang dan aku sudah mulai merasa nyaman.

Selang beberapa lama, saat aku hampir saja tertidur. Aku benar-benar kaget, seperti berada di alam berbeda. Maksudnya aku tidur tapi aku sadar. aku ditemui oleh 3 makhluk besar, pakaian serba hitam, rambut acak-acakan. Mereka marah padaku dan yang berada ditengah berkata padaku "Hei, matikan asap itu, kami terganggu". Sekejap mereka langsung hilang dan aku langsung bangun dan mematikan kardus yang aku bakar tadi.

Aku benar-benar kaget, dan setelah mematikan asap yang mengganggu mereka tadi aku tersenyum sendiri dan berpikir "Ada yang marah, hehehe". Akhirnya dengan susah payah aku berusaha tidur dengan gangguan nyamuk yang terus menggigit. Yah, daripada aku dimarahin.

Itulah salah satu pengalaman ku dirumah ini. Ada banyak pengalaman dan kejadian yang pernah aku alami. lain waktu akan aku ceritakan lagi.