Minggu, Juli 26, 2015

Kuntilanak Menyeramkan

Pengalaman ku yang paling menyeramkan. Kalau ingat ini aku kayak trauma dan takut banget, Tapi wujudnya masih sering terbayang kalo aku lagi parno. Waktu itu aku pulang dari rumah tante ku. Karena keasikan ngobrol aku jadi pulang larut malam. Aku pulangnya jalan kaki karena memang sudah biasa dari kecil.

Nah malam itu aku tidak ada perasaan apapun dan tidak menyangka akan bertemu dengan hal yang begituan. Malam itu suananya memang terasa berbeda, aku berjalan santai sendirian. di tengah perjalanan aku harus melewati lahan tanah kosong yang penuh semak dan pohon asam besar. Pas aku mau melewati pohon tersebut aku seperti mendengar ada suara yang memanggilku. Saat aku mencari asal suara aku tidak menemukan siapapun di situ dan suananya pun sangat sunyi, bahkan suara binatang malam pun aku tidak mendengar malam itu. Aku berpikir mungkin hanya perasaan ku saja, aku berjalan lagi dan tepat melewati pohon tersebut aku mendengar ada suara perempuan menangis jelas banget. Aku spontan langsung menoleh ke atas ke arah pohon tersebut. ALAMAKKK... Sontak aku kaget melihat sesosok perempuan berbaju putih dengan posisi duduk menjuntaikan kakinya seperti menatap ke arah ku dengan wajah yang rata. Tanpa sadar aku langsung berteriak "Tolong..." sambil lari sekencang-kencangnya. Jantungku berdegup kencang banget, aku merasa kalau itu setan kayak mengikuti ku. Sambil teriak-teriak aku lari seperti orang gila.

Sampai aku menemui salah satu rumah tetangga ku, karena mendengar suara ku berteriak orang-orang pada keluar. Aku langsung menghampiri mereka sambil minta tolong. Jujur air mataku sampai keluar karena aku benar-benar merasa ketakutan. Setelah aku ceritakan dan mereka pun langsung menenangkan ku. Aku di antar pulang oleh beberapa teman ayahku, sampai di rumah aku disuruh mandi dan langsung tidur dengan di jagain oleh kedua orangtuaku.

Itu adalah hal yang paling menakutkan yang pernah aku alami, dan semoga saja aku tidak akan pernah lagi mengalami hal yang begitu. 


Selasa, Juli 14, 2015

Hantu Nebeng

Waktu lagi nongkrong di warung kopi dekat rumah ku. Sekitar jam 9 malam bareng adek ku. seperti biasa kang iman yang merupakan salah satu pelanggan tetap di warung kopi tersebut. Sambil nikmatnya menyeruput kopi hitam panas di malam yang dingin. Kang iman yang berprofesi sebagai tukang ojek selama bertahun-tahun tiba-tiba langsung bercerita tentang kejadian yang dia alami beberapa hari sebelumnya saat dia sedang ngojek. 
Waktu itu malam jum'at. Pas banget malam yang kramat dan mengerikan. Kang iman sebenarnya cuma ngojek di lingkungan sini aja, cuma malam itu kebetulan dia katanya dapat penumpang yang minta anterin yang jaraknya agak jauh. sekitar jam 10 malam setelah mengantarkan penumpangnya kang iman langsung memacu motornya pulang ke rumah. di tengah perjalanan kang iman melihat perempuan melambaikan tangannya. "Rejeki nih" pikir kang iman. perempuan ini biasa aja sih kelihatan seperti berumur 30an lah.  Seperti biasa dengan ramahnya kang iman berucap "Ojek bu?". "Tolong anterin ke blabla kang". Kata si perempuan tersebut. "Sip lah bu". Sahut kang iman. "Pas banget jalur pulang, rejeki ngga kemana" kata kang iman dalam hati. Meluncurlah mereka menelusuri jalanan malam itu.

Di perjalanan, kang iman ini orangnya memang sopan. Jadi tidak banyak bicara kalau dengan perempuan. Tapi katanya hawa malam itu tiba-tiba terasa dingin banget. Kang iman mulai merasa tidak enak seperti ada yang tidak beres. Di tambah lagi perempuan tersebut megang pinggangnya kang iman, tangannya terasa dingin dan lembut seperti tidak sedang pegangan dengan erat. Tidak lama perempuan tersebut berkata "Stop di persimpangan ya kang". sampai di pertigaan jalan kang iman langsung berhenti. Aneh bin ajaib kang iman yang bermaksud nahan motornya biar perempuan tersebut turunnya enak, tapi perempuan tersebut seperti diam aja. "Udah sampe bu" Kata kang iman sambil noleh dikit ke belakang. Alangkah kagetnya kang iman tidak melihat siapa pun di belakangnya. Kang iman toleh kiri kanan depan belakang tapi tetap tidak melihat siapa pun di situ. Kalau pun itu perempuan kabur tidak mungkin langsung lenyap begitu. Spontan saja kang iman langsung tancap gas karena sudah sadar kalau tadi yang diboncengnya bukan orang.

Kami yang mendengar kang iman bercerita di warung kopi tersebut langsung tertawa. Sial banget malam itu.

Minggu, Juli 12, 2015

Hantu Yang Memakan Makanan Di Dapur

Hai, selamat malam. Aku Rendy, aku mau cerita pengalaman pribadi ku dan ini nyata terjadi. Langsung saja aku ceritakan. Dulu waktu aku masih SMA aku tinggal di salah satu rumah keluarga ku yang tidak ditempati karena tempat asalku masih desa dan jauh dari SMA aku terpaksa tinggal sendirian. Aku tidak biasa tinggal dengan orang lain, rasanya tidak nyaman aja. 

Sebenarnya lokasi rumah ini berada di ujung dari sebuah jalan kecil yang menuju ke arah sawah dan pinggiran hutan gitu. Memang di situ sudah terlihat menyeramkan awalnya, tapi ya untuk menghemat daripada aku ngekos, aku coba saja tinggal di situ.

Sebenarnya aku sudah tahu kalau aku di rumah tersebut tidak sendirian, karena setiap malam aku selalu mengalami dan merasakan hal-hal aneh seperti suara orang ketawa, ngobrol, suara langkah kaki, anak kecil lari-lari. semua yang terjadi di rumah tersebut sudah cukup meyakinkan ku kalau rumah tersebut berhantu.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak pengalaman ku di rumah ini. Pada suatu malam, sebelum tidur aku bermaksud ingin menanak nasi untuk besok sarapan dan bekal sebelum berangkat sekolah. Jadi, jam 9an malam aku mencuci beras lalu menyalakan rice cooker. Setelah selesai, aku langsung tidur.

Keesokan harinya, aku berniat sarapan. Saat membuka rice cooker yang masih dalam keadaan panas aku benar-benar kaget. Nasi yang tadi malam aku tinggal masak, malah berubah menjadi nasi yang benyek berantakan, basi dan berbau yang tidak enak seperti sudah berhari-hari. Aku langsung geleng-geleng dan berpikir "Pasti yang di sini memakannya". Alhasil aku ke sekolah dengan perut kosong dan tanpa bekal.

Sejak saat itu aku tidak pernah lagi meninggalkan makanan di rumah tersebut melewati malam hari. Makanan apapun yang melewati satu malam di dapur ku pasti menjadi basi dan busuk. Itulah cerita ku, salah satu dari banyak pengalaman yang aku alami di rumah itu. Anda bertanya kenapa aku bisa betah di rumah berhantu itu, aku juga tidak tahu, aku melewatinya begitu saja selama 3 tahun. Hal yang paling tidak aku suka adalah saat "mereka" menyerangku dengan sakit kepala yang luar biasa. Aku tahu sakit kepala ku ulah dari hantu di rumah tersebut. Lain kali aku akan cerita lagi. Terima kasih