Selasa, Agustus 04, 2015

Jin Bermata Besar Yang Menyala Sangat Menyilaukan

Ini adalah pengalaman tetangga ku dulu yang pernah diceritakannya padaku. Aku lupa siapa nama beliau karena mereka tidak lama tinggal ngontrak di dekat rumahku. Aku berteman dengan anaknya yang usianya tidak jauh berbeda dengan ku dan masih muda sedikit dari ku yang bernama Samsul (pake L bukang pake NG hehe...).

Pada masa awal-awal pernikahan kedua orangtuanya mereka sempat mengalami waktu-waktu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Waktu itu Samsul masih bayi. Kedua orangtuanya bekerja apapun yang bisa mereka kerjakan dan mereka suka berpindah-pindah untuk mencari pekerjaan.

Di sebuah desa mereka dapat pekerjaan, aku lupa dia cerita kerja apa. Tapi saat malam hari mereka disuruh menjaga alat berat berupa exavator milik perusaahan yang berada di sebuah lahan kosong agar tidak dijarah. Di sana mereka juga disediakan sebuah pondokan untuk mereka tinggali. Dan kebetulan sekali wilayah tersebut memang terkenal angker.

Kalau tidak salah itu malam pertama mereka menjaga alat tersebut. Mereka tidur di dalam kabinnya karena tempatnya cukup dan cuaca malam hari di hutan sangat dingin. Setelah larut malam kedua orangtua Samsul masih belum tidur dan mengobrol berdua. Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terdengar suara ribut dari ke jauhan. Ayah Samsul langsung mencoba menyalakan lampu sorot yang telah disediakan. Saat menyalakan lampu tersebut mereka malah kaget karena sesaat itu juga sebuah bola besar raksasa yang mirip dengan bola mata menyala terang sekali mengalahkan terangnya lampu sorot mereka. Dengan posisi yang sangat tinggi tepat menatap ke arah mereka. Tidak salah lagi itulah mata Jin. Tanpa di aba-aba lagi mereka langsung pergi lari menuju ke pondok yang jaraknya cukup jauh dari posisi alat berat saat itu.

Tidak berakhir sampai di situ. Setelah mereka sampai di pondok. selang beberapa menit berada di situ mereka mengalami hal yang mengerikan lagi. Angin bertiup kencang di luar, dan dengan sangat jelas mereka mendengar suara perempuan menangis dari arah luar. Karena sudah tidak tahu mau lari kemana lagi, mereka hanya bisa meringkuk ketakutan sambil membaca doa. Saat doa di bacakan, gangguan tersebut berkurang dan hampir tidak ada. Kedua orangtua Samsul terus saja membaca doa sampai pagi.

Itu adalah hari pertama dan terakhir mereka bekerja di situ, kedua orangtua Samsul langsung berhenti dan mencari pekerjaan lain lagi.


Minggu, Juli 26, 2015

Kuntilanak Menyeramkan

Pengalaman ku yang paling menyeramkan. Kalau ingat ini aku kayak trauma dan takut banget, Tapi wujudnya masih sering terbayang kalo aku lagi parno. Waktu itu aku pulang dari rumah tante ku. Karena keasikan ngobrol aku jadi pulang larut malam. Aku pulangnya jalan kaki karena memang sudah biasa dari kecil.

Nah malam itu aku tidak ada perasaan apapun dan tidak menyangka akan bertemu dengan hal yang begituan. Malam itu suananya memang terasa berbeda, aku berjalan santai sendirian. di tengah perjalanan aku harus melewati lahan tanah kosong yang penuh semak dan pohon asam besar. Pas aku mau melewati pohon tersebut aku seperti mendengar ada suara yang memanggilku. Saat aku mencari asal suara aku tidak menemukan siapapun di situ dan suananya pun sangat sunyi, bahkan suara binatang malam pun aku tidak mendengar malam itu. Aku berpikir mungkin hanya perasaan ku saja, aku berjalan lagi dan tepat melewati pohon tersebut aku mendengar ada suara perempuan menangis jelas banget. Aku spontan langsung menoleh ke atas ke arah pohon tersebut. ALAMAKKK... Sontak aku kaget melihat sesosok perempuan berbaju putih dengan posisi duduk menjuntaikan kakinya seperti menatap ke arah ku dengan wajah yang rata. Tanpa sadar aku langsung berteriak "Tolong..." sambil lari sekencang-kencangnya. Jantungku berdegup kencang banget, aku merasa kalau itu setan kayak mengikuti ku. Sambil teriak-teriak aku lari seperti orang gila.

Sampai aku menemui salah satu rumah tetangga ku, karena mendengar suara ku berteriak orang-orang pada keluar. Aku langsung menghampiri mereka sambil minta tolong. Jujur air mataku sampai keluar karena aku benar-benar merasa ketakutan. Setelah aku ceritakan dan mereka pun langsung menenangkan ku. Aku di antar pulang oleh beberapa teman ayahku, sampai di rumah aku disuruh mandi dan langsung tidur dengan di jagain oleh kedua orangtuaku.

Itu adalah hal yang paling menakutkan yang pernah aku alami, dan semoga saja aku tidak akan pernah lagi mengalami hal yang begitu. 


Selasa, Juli 14, 2015

Hantu Nebeng

Waktu lagi nongkrong di warung kopi dekat rumah ku. Sekitar jam 9 malam bareng adek ku. seperti biasa kang iman yang merupakan salah satu pelanggan tetap di warung kopi tersebut. Sambil nikmatnya menyeruput kopi hitam panas di malam yang dingin. Kang iman yang berprofesi sebagai tukang ojek selama bertahun-tahun tiba-tiba langsung bercerita tentang kejadian yang dia alami beberapa hari sebelumnya saat dia sedang ngojek. 
Waktu itu malam jum'at. Pas banget malam yang kramat dan mengerikan. Kang iman sebenarnya cuma ngojek di lingkungan sini aja, cuma malam itu kebetulan dia katanya dapat penumpang yang minta anterin yang jaraknya agak jauh. sekitar jam 10 malam setelah mengantarkan penumpangnya kang iman langsung memacu motornya pulang ke rumah. di tengah perjalanan kang iman melihat perempuan melambaikan tangannya. "Rejeki nih" pikir kang iman. perempuan ini biasa aja sih kelihatan seperti berumur 30an lah.  Seperti biasa dengan ramahnya kang iman berucap "Ojek bu?". "Tolong anterin ke blabla kang". Kata si perempuan tersebut. "Sip lah bu". Sahut kang iman. "Pas banget jalur pulang, rejeki ngga kemana" kata kang iman dalam hati. Meluncurlah mereka menelusuri jalanan malam itu.

Di perjalanan, kang iman ini orangnya memang sopan. Jadi tidak banyak bicara kalau dengan perempuan. Tapi katanya hawa malam itu tiba-tiba terasa dingin banget. Kang iman mulai merasa tidak enak seperti ada yang tidak beres. Di tambah lagi perempuan tersebut megang pinggangnya kang iman, tangannya terasa dingin dan lembut seperti tidak sedang pegangan dengan erat. Tidak lama perempuan tersebut berkata "Stop di persimpangan ya kang". sampai di pertigaan jalan kang iman langsung berhenti. Aneh bin ajaib kang iman yang bermaksud nahan motornya biar perempuan tersebut turunnya enak, tapi perempuan tersebut seperti diam aja. "Udah sampe bu" Kata kang iman sambil noleh dikit ke belakang. Alangkah kagetnya kang iman tidak melihat siapa pun di belakangnya. Kang iman toleh kiri kanan depan belakang tapi tetap tidak melihat siapa pun di situ. Kalau pun itu perempuan kabur tidak mungkin langsung lenyap begitu. Spontan saja kang iman langsung tancap gas karena sudah sadar kalau tadi yang diboncengnya bukan orang.

Kami yang mendengar kang iman bercerita di warung kopi tersebut langsung tertawa. Sial banget malam itu.